Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film Ashiap Man

 


alau saya tidak salah hitung, kata "ashiap" muncul 64 kali di sini. Hampir semua pemain kebagian jatah, bahkan seorang Arswendi Bening Swara (one of the lowest points in his highly respectable career). Karena durasi filmnya sekitar 99 menit (tanpa menghitung kredit), artinya catchphrase milik Atta Halilintar itu terdengar tiap 1,5 menit sekali. Entah upaya cuci otak, propaganda, atau bentuk narsistik. 

Siapa Ashiap Man? Nama aslinya adalah Zul (Atta Halilintar), yang bercita-cita menjadi superhero karena petuah-petuah dari sang ayah, Ibrahim (Arswendi Bening Swara). Barisan petuah itu akan rutin kita dengar, sebab Ashiap Man nampak getol menceramahi penonton. Bahkan pesan moral bisa tiba-tiba menyela di antara humor. Bayangkan kalian sedang asyik bercanda bersama teman, lalu terlontar umpatan, "Hahaha anjing lo!", dan salah satu teman lain menimpali secara serius, "Astaghfirullah, jangan ngomong kotor, tidak baik". 

Berkat Ibrahim pula karir kepahlawanan Zul bermula. Tepatnya saat ia memberi kado ulang tahun bagi sang putera, berupa spanduk pecel lele yang diambil dari warung miliknya, untuk dipakai bak jubah superhero. Ya. SPANDUK PECEL LELE. Bahkan setelah dewasa, Zul masih mengenakan spanduk itu, beraksi menolong warga kampung, dari membawakan galon, sampai terjun ke sungai membersihkan sampah. Sayangnya ada satu sampah yang luput Zul enyahkan. Filmnya sendiri.

Zul punya dua sahabat. Jon (Yudha Keling) dan Diana (Gritte Agatha). Keduanya amat suportif terhadap obsesi Zul menjadi superhero. Sebagai bentuk dukungan, mereka rutin membuat konten YouTube berisi upaya Zul memperoleh kekuatan super. Banyak langkah ditempuh Jon dan Diana. Misal menyuruh Zul berdiri di tengah hujan lebat agar tersambar petir, atau menaruh laba-laba beracun di tubuhnya. Mungkin bagi Atta Halilintar dengan segala lini kehidupannya yang penuh konten, begitulah definisi pertemanan. 

Konflik utama filmnya adalah tentang penggusuran. Nico (Rizky Billar) berharap dapat meraih kepercayaan ayahnya, Gersang (Marcellino Lefrandt), dengan menjalankan proyek yang mengharuskan ia menggusur kampung yang ditinggali Zul. Nico pun mengutus DP Man (Samuel Rizal) guna melancarkan penggusuran. Perlawanan diberikan oleh Kiara (Nasya Marcella), mantan pacar Nico sekaligus puteri seorang politikus. 

Zul langsung jatuh cinta pada Kiara sejak pertemuan pertama mereka. Padahal bersenjatakan kemampuannya mengangkat galon, Zul sudah lama mencoba merebut hati Aisyah (Aurel Hermansyah) si kembang desa. Tentu kedua gadis tersebut bertekuk lutut di hadapan jubah pecel lele Zul. Bruce Wayne dan Tony Stark silahkan berguru ke Zul. 

Ditulis oleh Cassandra Massardi (Get Married 2, Tampan Tailor, Geez & Ann), naskahnya terkesan "pintar tapi bodoh". Bodoh karena memang banyak kebodohan bertebaran, baik soal penceritaan maupun komedi yang kerap melempar guyonan meta dengan tingkat kelucuan mengenaskan. Tapi juga pintar, sebab naskahnya bak mengolok-olok kebodohan di era media sosial secara terselubung. Bagaimana para pembuat konten rela melakukan apa pun supaya viral, hingga masyarakat yang mudah percaya pada hoax. Seolah berkata, "Atta dan penggemarnya itu bodoh". Bisa jadi sang penulis tak berniat melempar sentilan, tapi alangkah baiknya kita bersikap husnuzan. 

Oh, saya lupa menyebut kalau Ashiap Man disutradarai sendiri oleh Atta Halilintar, dan ia mengusung pendekatan berbeda, yang tidak berani diambil oleh sutradara film superhero atau aksi mana pun. Atta memilih mengedepankan realisme. Prinsipnya adalah, "jika jajaran pemain tidak mampu beraksi layaknya pahlawan super, maka jangan palsukan palsukan itu memakai trik kamera dan tata koreografi". Alhasil penonton pun yakin bahwa semua karakter di film ini memang tidak bisa berkelahi. Baguslah. Berkelahi itu tidak baik. Kekerasan itu tindakan tercela. 

Di jajaran cast, Arswendi Bening Swara merupakan penampil terbaik meski tugasnya sebatas berceramah, Gritte Agatha cukup menghibur, Samuel Rizal tampak ingin segera pulang dari lokasi, sedangkan Rizky Billar menunjukkan tutorial "cara berakting ala sinetron Indosiar". 

Ashiap Man turut menampilkan cameo Yayan Ruhian sebagai Mr. Jamet, seorang YouTuber yang dianggap jagoan. Bukan cuma bela diri, kali ini Yayan Ruhian memamerkan kemampuan lain yang belum pernah kita lihat sebelumnya, yaitu memasang pose cute yang bakal membuat para idola Kpop merasa minder. Hanya Ashiap Man yang sanggup menggali sisi lain Yayan Ruhian. Masih merasa ragu untuk menontonnya?

Post a Comment for "Review Film Ashiap Man"